Jumat, 27 Juni 2014

The First Practicum




Tanggal 26 juni 2014 adalah praktikum pertama bersama Biologi 1 selama dua hari satu malam  di Hutan Pendidikan Unhas (Bengo), walau waktu begitu singkat tapi begitu banyak kenangan yang kami ukir bersama baik suka maupun duka.
Ini adalah hari yang sudah lama aku dan teman-teman tunggu-tunggu, kirang lebih 2 jam perjalanan kami menuju tempat tujuan kami, dalam perjalanan begitu banyak kegiatan yang kita lakukan di Bus baik menyanyi, becanda tawa, adapula yang hanya tertidur pulas, tidak ada raut kesedihan dimata kami hanya ada senyum bahagia.
Setibanya kami di penginapan. Kami langsung dikumpulkan dan diberi penjelasan oleh pembimbing mengenai hal-hal yang harus di lakukan, kami diberi buku panduan guna untuk menuliskan semua kegiatan-kegiatan kami selama menjalani praktek, dan kemudian diberi waktu istirahat selama 30 menit dan kembali berkumpul ditempat yang sama untuk melakukan kegiatan demi kegiatan di dalam Hutan.
Begitu banyak rintangan yang kita lalui, naik turun bukit, tanah yang licin, angin yang kencang dan sedikit gerimis, tidak menghambat semangat kami walaupun kadang rasa lelah menghampiri kami.
Kami saling menjaga satu sama lain, bila ada diantara kami yang merasa kesusahan atau kelelahan kita semua akan membantunya, menunggu dan menggandengnya.
Suatu waktu dalam kegiatan ke tiga aku merasa sangat lelah padahal masih banyak kegiatan yang akan kami lakukan , langkahku semakin pelan, karena ini adalah pengalaman pertama, aku tidak mempersiapkan sepatu cadangan, aku hanya menggunakan sendal yang lumayan tinggi untuk naik turun bukit. Teman-teman sangat baik dan perhatian padaku terutama Ketua kelompok sakaligus ketua tingkat Biologi 1 yang selalu menggandengku di setiap kegiatan-kegiatan naik turun bukit.
Ketika waktu makan, keakrapan kami terlihat lagi ketika makan malam, walaupun nasi dan lauk serba kekurangan tapi kami tetap bahagia dengan berbagi makanan entah itu sepiring berempah, berenam bahkan ada yang berdelapan.
Setelah makan malam kami bersiap-siap untuk melanjutkan kegiatan berikutnya akan tetapi buku panduan kelompok kami tiba-tiba hilang entah siapa yang mengambilnya, aku dan anggota kelompok yang lain menyusuri setiap sudut ruang penginapan namun tidak menemukan dimana keberadaan buku itu. Kami sempat berfikir apakah ada orang yang sirik pada kelompok kami karena selalu menjadi terdepan sahingga dia menyembunyikan buku kami, atau ada yang ingin meminjamnya tapi malu untuk memintah. Beribu tanya yang terlintas di benak kami, kemana? Kemana? Dan kemana? Aku masih mengingat dengan baik dimana aku menyimpan buku itu. Kami tidak bisa terus mencari karena masih ada kegiatan yang ingin kita lakukan, kami memutuskan untuk melanjutkan kegiatan dan menggunakan buku yang lain.
Setelah kembali dari kegiatan mengidentifikasi serangga kira-kira pukul  23.30  kami langsung tidur dan berencana mencari buku panduan kami besok.
Coba kalian bayangkan tidur dengan 22 plus 28 Biologi2 bagaimana rasanya, ada yang tidur dengan suara dengkuran bak petir yang menyambar, ada yang tidurnya bolak-balik, bahkan ada yang buang gas "hahaha", kerjain teman yang lagi tidur dll. sejenak rasa lelah dan masalah buku terlupakan karena tingkah lucu mahasiswa lainnya.
Pagi hari saat semua orang menyiapkan sarapan pagi, tiba-tiba salah satu mahasiswa dari Biologi2 mengembalikan buku tersebut, tanpa ada penjelasan apa-apa, kami berfikir kenapa bukan tadi malam mereka memberikan atau memberitau kalau buku yang kami cari ada pada dia, kenapa dia hanya diam ketika kami semua sibuk mencari. Kami tidak ingin memancing masalah hanya gara-gara buku tersebut.
Begitu banyak cerita dan pengalaman yang saya pribadi dapatkan bersama Biologi1 di Hutan Pendidikan Unhas (Bengo), Semua itu merupakan pernak-pernik sebuah perjalanan kami selama berada disana.
Terima kasih untuk Muliana, Hasmiah, Wahyuni, Mirnawati, Sarmila, Kasma, Anjereisti, Nurhayana, Siti nurhawa, Siti hardianti  yang sudah perhatian, mau berbagi makanan dengan saya dan salalu memberikan saya keceriaan selama berada disana  dan terima kasih juga untuk  Suebah, Sahrawati, Erni, Aminah, Wahyuni T, Irma, Syasuriani, Rizki Amelia, Supriadi, Sukriadi,  Fajar sadik  yang sudah banyak membantu saya, begitu banyak kebaikan kalian  hingga sulit bagi saya untuk nuliskan semuanya.
Aku bersyukur menjadi salah satu keluarga Biologi1, yang selalu kompak, saling menyayangi, menghargai, menasehati, selalu memberikan kritik-kritik membangun dan saling membantu satu sama lain, kami bagaikan tubuh jika bagian tubuh kita terluka maka kita akan merasakan sakitnya. Saya senang dipertemukan dengan mereka.











 Salam biologi 1 semester IV

Rabu, 14 Mei 2014

Sahabat seperjuangan

“Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi sahabatmu adalah pilihan dan kesempatan. Tapi menjadi saudaramu adalah kebahagiaan dan melihatmu tersenyum adalah buah ukhuwah yang tak ternilai.” 

Biologi 1 Angkatan 2012/2013
(Jika ada kata syukur yang lebih tinggi dari hamdallah, maka akan ku ucapkan itu berkali-kali sebagai wujud syukurku memiliki teman seperjuangan seperti kalian)

Mengukir kenangan

Jangan hianati dia! karena dialah yang selalu ada sebagai penggantimu, karena dia sahabatmu!

“Biarkan persahabatan kita mengalir seperti air yang menyejukkan, atau udara yang melegakan, atau bumi yang mengokohkan, atau api yang menggelorakan. Biarkan tumbuh seperti benih yang tersemai & bunga-bunga yang bermekaran. Bukan sekedar bahagia tapi bersama meraih surga.”

“Segi empat punya empat ujung, segi tiga punya tiga titik, sebuah garis punya titik awal dan akhir. Tapi aku berharap supaya persahabatan kita seperti lingkaran. Tahu Kenapa? Karena lingkaran tidak punya titik awal dan akhir.”
 
Kau adalah sahabatku teman pelipur laraku Bersamamu aku bisa berbagi cerita indah Cerita tentang kegagalanku Dan denganmu pula aku bisa tuangkan segala keluh kesahku.
 
 
 
 mungkin kita pernah berselisih faham
pasti ada saat saat dendam
namun sahabatku, terimakasih karena kaulah pemaaf
hanya dirimu yang akhirnya masih mengerti aku
hanya tanganmu yang slalu terulur, saat mereka mencibir
tak kan ada kata kata perpisahan
untuk sahabat sejatiku


Kelahiran manusia




Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang mengundang manusia untuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman ditunjukkan sebagai bukti bagi manusia oleh Allah. Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkan perhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri. Mereka sering diingatkan bagaimana manusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya:

"Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?" (Al Qur'an, 56:57-59)

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
    (spermazoa).
2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.
3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.
4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur'an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.

sumber : http://www.keajaibanalquran.com/biology_02.html